Regulasi Transaksi Elektronik Sesuai PP 82/2012

March 7th, 2014 No comments

Sembilan Pasal dalam UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi

Elektronik (UU ITE) mengamanatkan pembentukan Peraturan Pemerintah (PP), yaitu:

1) Lembaga Sertifikasi Keandalan (Pasai 10 Ayat 2);

2) Tanda Tangan Elektronik (Pasal 11 Ayat 2) ;

3) Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (Pasal 13 Ayat 6);

4) Penyelenggara Sistem Elektronik (Pasal 16 Ayat 2);

5) Penyelenggaraan Transaksi Elektronik (Pasal 17 Ayat 3);

6) Penyelenggara Agen Elektronik (Pasal 22 Ayat 2);

7) Pengelolaan Nama Domain (Pasal 24);

8) Tata Cara Intersepsi (Pasal 31 ayat 4 );

9) Peran Pemerintah dalam Pemanfaatan (Pasal 40).

Amanat pada poin ke-1 sampai dengan poin ke-7 saat ini teiah diatur dalam PP 82/2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PSTE). Poin ke-8 akan diatur dalarn sebuah undang-undang tersendiri yaitu RUU tentang Tata Cara Intersepsi (TCI). Sedangkan poin ke-9 akan diatur dalam bentuk PP ’Eersencliri.”

PP 82/2012 tentang PSTE pada awalnya bernama RPP Penyelenggaraan lnformasi dan Transaksi Elektronik (PJTE). RPP PITE mulai disusun oleh Kemenkorninfo sejak pertengahan tahun 2008 dan disampaikan ke Kemkumham pada awal tahun 2010. Pada tanggal 2 Maret 2010 dilakukan rapat harmonisasi pertama. Menkumham selanjutnya menyampaikan surat kepada Menkominfo perihaf penyampaian has’il harmonisasi konsepsi RPP PSTE pada tanggai 30 April 2012. Menkominfo menyampaikan naskah akhir RPP PSTE kepada presiden pada tangga! 6 Juli 2012. RPP PSTE ditetapkan menjadi PP 82/2012 pada tanggal 12 Oktober 2012 clan diundangkan pada tanggal 15 Oktober 2012.75

PP 82/2012 tidak hanya menjadi payung hukum bagi dunia e-commerce di tanah air, namun PP ini juga mengharuskan perusahaan ihternet besar seperti Google, Yahoo, Research in Motion (RIM), dan perusahaan internet

skala dunia iainnya yang berinvestasi di Indonesia untuk menempatkan pusat data (data center) di Indonesia. Memang kevvajiban membangun data center tidak Iangsung harus dibangun seketika. Pemerintah memberi jeda waktu minimal dua tahun bagi perusahaan internet asing untuk berjaian duiuv Jika perusahaan tersebut minimal sudah berjalan dua tahuri di Indonesia, mereka wajib membangun data center di Indonesia.

PP 82/2012 tentang PSTE mengatur mengenai:

a) Penyelenggaraan Sistem Elektronik;

b) Penyeienggara Age-n Elektronik;

c) Penyelenggaraan Transaksi Elektronik;

d) Tanda Tangan Eiektronik;

e) Penyelenggaraan Sertifikasi Elektronik;

f) Lembaga Sertifikasi Keandalan; dan

g) Pengelolaan Nama Domain.

Penyelenggaraan Transaksi Elektronik dalam PP 82/2012 diatur pada Pasal 40 hingga Pasal 51. Pasal 40 menyatakan penyelenggaraan transaksi elektronik dapat dilakukan dalarn lingkup publik atau privat. Penyelenggaraan transaksi elektronik daiam lingkup publik meliputi:

a) penyelenggaraan transaksi eiektronik oleh instansi atau pihak Iain yang menyelenggarakan \ayanan publik sepanjang tidak dikecuaHkan oleh UU ITEZ

b) penyeienggaraan transaksi elektronik daiam \ingkup publik lainnya sebagaimana diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sedangkan penyelenggaraan transaksi elektronik dalam \ingkup privat meliputi transaksi eiektronik:

a) antar-pelaku usaha;

b) antara pelaku usaha dengan konsumen;

c) antar-pribadi;

d) antar-instansi; dan

e) antara instansi dengan pelaku usaha sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Penyelenggaraan transaksi elektronik dalam lingkup publik atau privat yang menggunakan sistem elektronik untuk pelayanan publik harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan PP 82/2012 tentang PSTE.

Penyelenggaraan transaksi elektronik daiam lingkup publik atau privat yang menggunakan sistem elektronik untuk kepentingan pelayanan pubiik wajib menggunakan sertifikat keandalan dan/atau sertifikat elektronik. Daiam hal menggunakan sertifikat keandalan, maka penyelenggaraan transaksi elektronik dalam 1ingkup publik wajib disertifikasi oleh lembaga sertifikasi keandalan dari Indonesia yang sudah terdaftar. Sedangkan jika menggunakan sertifikat elektronik, penyelenggaraan transaksi elektronik daIam lingkup publlk wajib menggunakan jasa penyelenggara sertn‘ikasi elektronik Indonesia yang sudah terserth‘ikasi.76

Penyelenggaraan transaksi elektronik dalam lingkup privat dapat menggunakan sertifikat keandalan dan/atau sertifikat elektronik. Dalam hal menggunakan sertifikat keandalan, maka penyelenggaraan transaksi elektronik dalam lingkup privat dapat disertifikasi oleh lembaga sertifikasi keandalan dari Indonesia yang sudah terdaftar. Sedangkan jika menggunakan sertifikat elektronik, maka penye\enggaraan transaksi elektronik da1am Iingkup privat dapat menggunakan jasa penyelenggara sertifikasi elektronik dari Indonesia yang sudah terdaftar.77

Sertifikat keandalan adalah dokumen yang menyatakan pelaku usaha yang menyelenggarakan transaksi elektronik te\ah lulus audit atau uji kesesuaian dari lembaga sertifikasi keandalan. Lembaga sertifikasi keandeflan adalah lembaga independen yang dibentuk oleh profesional yang diakui, disahkan, dan diavvasi oleh pemerintah dengan kewenangan mengaudit dan mengeluarkan sertifikat keandalan dalarn transaksi elektronik. Sedangkan yang dimaksud sertifikat elektronik adalah sertifikat yang bersifat elektronik yang memuat tanda tangan elektronik dan identitas yang menunjukkan

status subjek hukum para pihak dalam transaksi elektronik yang dikeluarkan oleh penyelenggara sertifikasi

Penyelenggaraan transaksi elektronik di wilayah Negara Republik Indonesia harus:

a) memperhatikan aspek keamanan, keandaian, dan efisiensi;

b) melakukan penyimpanan data transaksi di dalam negeri;

c) memanfaatkan gerbang nasional, jika dalam penyelenggaraannya melibatkan lebih dari satu penyelenggara sistem elektronik (PSE); dan

cl) memanfaatkan jaringan sistem elektronik dalam negeri.

Dalam hal gerbang nasional (national gateway) dan jaringan sistem elekti’Ol’lik belum dapat dilaksanakan, maka penyelenggaraan transaksi elektronik dapat menggunakan sarana lain atau fasilitas clari Iuar negeri setememperoleh persetujuan dari instansi pengawas dan pengatur sektor terkait. Dalam pemenuhan tersebut, para pihak yang terlibat dalam transaksi elektronik wajib memperhatikan peraturan perundang-undangan dari instansi pengawas dan pengatur sektor terkait.

lnstansi pengavvas dan pengatur sektor adalah instansi yang bertugas mengavvasi pelaksanaan tugas sektor dan mengeluarkan pengaturan ternadap sektor tersebut misalnya sektor perbankan dan sektor perhubungan. lnstansi pengavvas dan pengatur sektor perbankan adalah Bank Indonesia (Bl),

Pengirim wajib memastikan informasi elektronik yang dikirimnya adalah benar dan tidak bersifat mengganggu. Dalam hal diperiukan, institusi tertentu dapat menyelenggarakan transaksi elektronik yang bersifat khusus. Ketemuan mengenai pengiriman informasi elektronik dan transaksi elektronik yang bersh‘at khusus akan diatur tersendiri oleh instansi pengawas dan pengatur sektor terkait.

Persyaratan transaksi elektronik dan kontrak elektronik diatur dalam Pasal 46 hingga Pasal 51 PP 82/2012. Pasal 46 Ayat (1) PP 82/2012 menyatakan bahvva transaksi elektronik yang dilakukan para pihak memberikan akibat hukum kepada para pihak. Di samping itu, penyelenggaraan transaksi elektronik yang dilakukan para pihak juga wajib memperhatikan:

a) iktikad baik;

b) prinsip kehati-hatian;

c) transparansi;

d) akuntabilitas; dan

e) kewajaran.

Transaksi elektronik dapat diiakukan berdasarkan kontrak elektronik atau bentuk kontrak Iainnya sebagai bentuk kesepakatan yang dilakukan oleh para pihak. Kontrak elektronik (e-contract) dianggap sah apabila:

a) terdapat kesepakatan para pihak;

b) dilakukan oleh subjek hukurn yang cakap atau yang berwenang mewakili sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;

c) terdapat hal tertentu; dan

d) objek transaksi tidak boleh bertentangan dengan peraturan perundangundangan, kesusilaan, dan ketertéban urnurn.

Kontrak elektronik dan bentuk kontrak Iainnya yang ditujukan kepada penduduk Indonesia harus dibuat daiam Bahasa Indonesia. Di samping itu, kontrak elektronik yang dibuat dengan klausul baku (standar) harus sesuai dengan ketentuan mengenai klausul baku sebagaimana diatur daiam peraturan perundang-undangan terutama UU 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Kontrak elektronik tersebut paling sedikit harus memuat:

a) data identitas para pihak;

b) objek dan spesifikasi;

c) persyaratan transaksi elektronik;

d) harga dan biaya;

e) prosedur dalam hal terdapat pembatalan oleh para pihak;

f) ketentuan yang memberikan hak kepada pihak yang dirugikan untuk  dapat mengembalikan barang dan/atau meminta penggantian produk jika terdapat cacat tersembunyi; dan

g) pilihan hukum penyelesaian transaksi elektronik.

Pelaku usaha yang menawarkan produk melalui sistern elektronik mempunyai kewajiban antara lain:

a) wajib menyediakan informasi yang lengkap dan benar berkaitan dengan syarat kontrak, produsen, dan produk yang ditavvarkan.

b) wajib memberikan kejelasan informasi tentang penawaran kontrak atau iklan.

c) wajib memberikan batas waktu kepada konsumen untuk mengembalikan barang yang dikirim jika tidak sesuai dengan perjanjian atau terdapat cacat tersembunyi.

d) vvajib menyampaikan informasi mengenai barang yang telah dikirim.

e) Pelaku usaha tidak dapat membebani konsumen dengan kevvajiban membayar barang yang dikirim tanpa dasar kontrak.

Transaksi elektronik dianggap terjadi pada saat tercapainya kesepakatan para pihak. Kesepakatan dianggap terjadi pada saat penawaran transaksi yang dikirim oleh pihak pengirim telah diterima dan disetujui oleh pihak penerima. Kesepakatan tersebut dapat dilakukan dengan cara:

a) tindakan penerimaan yang menyatakan persetujuan; atau b) tindakan penerimaan dan/atau pemakaian objek oleh pengguna sistem elektronik.

Dalam penyelenggaraan transaksi elektronik para pihakwajib menjamin:

a) pemberian data dan informasi yang benar; dan b) ketersediaan sarana dan Iayanan serta penyelesaian pengaduan.

Dalam penyelenggaraan transaksi elektronik para pihak wajib menentukan pilihan hukum secara setimbang terhadap pelaksanaan transaksi elektronik.

PP 82/2012 juga mengatur tentang tanda tangan eiektronik (digital signature) yaitu pada Pasal 52 hingga Pasal 58. Tanda tangan elektronik berkaitan erat dengan transaksi elektronik dan kontrak elektronik, sebab tanda tangan elektronik digunakan sebagai tanda persetujuan dari pihak konsumen untuk melakukan kesepakatan juaI-beli produk secara elektronik dengan pihak penjual/pedagang.

Tanda tangan elektronik berfungsi sebagai aiat autentikasi dan verifikasi atas:

a) ldentitas penanda tangan; dan b) keutuhan dan keautentikan informasi eiektronik.

Tanda ta’ngan elektronik dalam transaksi eiektronik merupakan perse-_ tujuan penanda tangan atas informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang ditandatangani dengan tanda tangan eiektronik tersebut. Dalam hal ten’adi penyalahgunaan tanda tangan elektronik oIeh pihak Iain yang tidak berhak, maka tanggung jawab pembuktian penyalahgunaan tanda tangan elektronik dibebankan kepada penyelenggara sistem elektronik (PSE).8°

Tanda tangan eiektronik yang digunakan dalam transaksi elektronik dapat dihasiH<an meialui be’rbagai prosedur penandatanganan. Tanda tangan elektronik memiliki kekuatan hukum dan akibat hukum yang sah jika:

a) Data pembuatan tanda tangan elektronik hanya terkait kepada penanda tangan

b) Data pembuatan tanda tangan eiektronik pada saat proses penandatanganan hanya berada dalam kuasa penanda tangan;

c) Segala perubahan terhadap tanda tangan elektronik yang terjadi setelah waktu penandatanganan dapat diketahui;

d) Segala perubahan terhadap informasi elektronik yang terkait dengan tanda tangan elektronik tersebut setelah waktu penandatanganan dapat diketahui;

e) Terdapat cara tertentu yang dipakai untuk mengidentifikasi siapa penanda tangannya; dan

f) Terdapat cara tertentu untuk menunjukkan bahvva penanda tangan teIah memberikan persetujuan terhadap informasi elektronik yang terkait.

Ketentuan sebagaimana dimaksud pada huruf d berlaku sepanjang tanda tangan elektronik digunakan untuk menjamin integritas informasi elektl’onik.81

Tanda tangan elektronik meliputi:

a) Tanda tangan elektronik tersertifikasi; dan

b) Tanda tangan elektronik tidak tersertifikasi.

Tanda tangan elektronik tersertifikasi harus memenuhi persyaratan:

a) dibuat dengan menggunakan jasa penyelenggara sertifikasi elektronik

b) dibuktikan dengan sertifikat elektronik.

Sedangkan tanda tangan elektronik tidak tersertifikasi dibuat tanpa menggunakan jasa penyelenggara sertifikasi elektronik

Data pernbuatan tanda tangan elektronik wajib secara unik merujuk hanya kepada penanda tangan dan dapat digunakan untuk mengidentifikasi penanda tangan. Data pembuatan tanda tangan elektronik dapat dibuat oleh penyelenggara tanda tangan eiektronik atau pendukung layanan tanda tangan elektronik. Data pembuatan tanda tangan elektronik tersebut hams memenuhi ketentuant

a) Seluruh proses pembuatan data pembuatan tanda tangan elektronik dijamin kearnanan dan kerahasiaannya oleh penyelenggara tanda tangan elektronik atau pendukung layanan tanda tangan elektronik;

b) Jika menggunakan kode kriptografi, maka data pembuatan tanda tangan elektronik harus tidak dapat dengan mudah diketahui dari data verifikasi tanda tangan elektronik melalui penghitungan tertentu, dalam kurun waktu tertentu, dan dengan alat yang wajar;

c) Data pembuatan tanda tangan elektronik tersirnpan dalam suatu media eiektronik yang beraola dalam penguasaan penanda tangan; dan

d) Data yang terkait dengan penanda tangan wajib tersimpan di tempat atau sarana penyimpanan data, yang menggunakan sistem terpercaya milik penyelenggara tanda tangan elektronik atau pendukung Iayanan tanda tangan eiektronik yang dapat mendeteksi adanya perubahan dan memenuhi persyaratan:

1. hanya orang yang diberi wevvenang yang dapat memasukkan data baru, mengubah, menukar, atau mengganti data;

2. informasi identitas penanda tangan dapat diperiksa keautentikannya; clan

3. perubahan teknis lainnya yang melanggar persyaratan keamanan dapat dideteksi atau diketahui oleh penyelenggara.

Penanda tangan wajib menjaga kerahasiaan dan bertanggung javvab atas data pembuatan tanda tangan elektronik.”

Pada proses penandatanganan wajib di1akukan mekanisme untuk memastikan data pembuatan tanda tangan elektronik:

a) masih bérlaku, tidak dibatalkan, atau Iidak ditarik;

b) tidak dilaporkan hilang;

c) tidak dilaporkan berpinclah tangan kepada orang yang tidak berhak; clan

d) berada dalam kuasa penanda tangan.

Sebelum dilakukan penandatanganan, informasi elektronik yang akan ditandatangani wajib diketahui clan dipahami oleh penanda tangan. Persetujuan penanda tangan terhadap informasi elektronik yang akan ditanda

tangani dengan tanda tangan elektronik wajib menggunakan mekanisme afirmasi dan/atau mekanisme lain yang memperlihatkan maksud dan tujuan penanda tangan untuk terikat daiam suatu transaksi elektronik.

Metode dan tekn’rk yang digunakan untuk membuat tanda tangan elektronik paling sedikit harus memuat:

a) Data pembuatan tanda tangan elektronik;

b) Waktu pembuatan tanda tangan elektronik; dan

c) lnformasi elektronik yang akan ditandatangani.

Perubahan tanda tangan elektronik dan/atau informasi elektronik yang ditandatangani setelah waktu penandatanganan wajib diketahui, dideteksi, atau ditemukenali dengan metode tertentu atau dengan cara tertentu.

Penyelenggara tanda tangan elektronik dan/atau pendukung layanan tanda tangan elektronik wajib bertanggung jawab atas penggunaan data pembuatan tanda tangan elektronik atau alat pembuat tanda tangan elektronik. Penyelenggara tanda tangan elektronik dan pendukung layanan tanda tangan elektronik wajib menggunakan alat pembuat tanda tangan elektronik yang menerapkan teknik kriptografi dalam proses pengiriman dan penyimpanan tanda tangan elektronik.

Sebelurn tanda tangan elektronik digunakan, penyelenggara tanda ta— ngan elektronik wajib memastikan identifikasi awal penanda tangan dengan cara:

a) Penanda tangan menyampaikan identitas kepada penyelenggara tanda tangan elektronik;

b) Penanda tangan melakukan registrasi kepada penyelenggara atau pendukung layanan tanda tangan elektronik; dan

c) Dalam hal diperlukan, penyelenggara tanda tangan elektronik dapat melimpahkan secara rahasia data identitas penanda tangan kepada penyelenggara tanda tangan elektronik lainnya atau pendukung layanan tanda tangan elektronik dengan persetujuan pihak penanda tangan.

Mekanisme yang digunakan penyelenggara tanda tangan elektronik untuk pernbuktian identitas penanda tangan secara eiektronik wajib menerapkan kombinasi paling sedikit 2 (dua) faktor autentikasi. Sedangkan proses verifikasi informasi elektronik yang ditandatangani dapat dilakukan dengan memeriksa data pembuatan tanda tangan elektronik untuk menelusuri setiap perubahan data yang ditandacangani.

Kontrak elektronik paling sedikit harus memuat:

a) data identitas para pihak

b) objek dan spesifikasi

c) persyaratan transaksi elektronik

d) harga dan biaya

e) prosedur dalam hal terdapat pembatalan oleh para pihak

f) ketentuan yang memberikan hak kepada pihak yang dirugikan untuk dapat mengernbalikan barang dan/atau meminta penggantian produk jika terdapat cacat tersembunyi

g) pilihan hukum penyeiesaian transaksi elektronik

Pelaku usaha yang menawarkan produk melalui sistem elektronik mempunyai kewajiban antara lain:

a) wajib menyediakan infomasi yang Iengkap dan benar berkaitandengan syarat kontrak, produsen, dan produk yang ditawarkan.

b) wajib memberikan kejelasan informasi tentang penawaran kontrak atau iklan.

c) wajib memberikan batas waktu kepada konsumen untuk mengembalikan barang yang dikirim jika tidak sesuai dengan perianiian atau terdapat cacat tersembunyi.

d) wajib menyampaikan informasi barang yang telah dikirim.

e) Pelaku usaha tidak dapat membebani konsumen dengan kewajiban membayar barang yang dikirim tanpa dasar kontrak.

 

Categories: Uncategorized Tags:

Resep Creamy Hot Chocolate

February 25th, 2014 No comments

BAHAN:

50 gram cokelat bubuk

100 gram gula pasir

Sejumput garam

150 ml air panas

800 ml susu cair

1/2 sdt vanilla extract

100 ml cream

CARA MEMBUAT:

1.Campur  coklat bubuk dengan gula dan sejumput garam dalam panci. lalu cairkan dengan air mendidih. Didihkan di atas api kecil sambil diaduk selama 2 menit.

2. Tuangi susu dan masak hingga panas tapi jangan sampai mendidih.

Angkat. beri vanilla extract. Tuang ke 4 gelas saji. Tambahkan cream.

Untuk 4 porsi

Categories: Uncategorized Tags:

Resep Minuman Dream Cream Coffee

February 24th, 2014 No comments

BAHAN:

2 sdrn kopi bubuk instan

400 ml air panas

2 sdm sirop vanili

1 sdrn gula pasir

100 ml whipped cream cair

1/4 sdt kayu manis bubuk

1/2 sdm whipped cream kocok, untuk hiasan

CARA MEMBUAT:

1. Campur kopi bubuk. kayu manis. clan gula pasir dalam gelas_ kemudian tuang air panas, aduk rata. dan masukkan whipped cream cair. 2. Hias dengan whipped cream kocok dan sirop vanili.

Untuk  3 porsi

 

Categories: Uncategorized Tags:

Resep Punch Susu

February 23rd, 2014 No comments

BAHAN:

750 ml es krim vanilla

125 ml soft drink warna merah kecokelatan

1 sdm ekstrak vanili

1 sdt pala bubuk

CARA MEMBUAT:

Masukkan ke dalam blender. es krim, soft drink, dan vanili. Pular hingga halus.

Tuang ke dalam gelas tinggi dan taburi pala bubuk. Hidangkan segera.

Untuk 4 porsi

Categories: Uncategorized Tags:

Resep RED BERRY SAUCE

February 22nd, 2014 No comments

Bahan (untuk 500 ml):

2.150 gram strawberry, blender

1 sdm lemon juice

4 sdm gula pasir

1 sdt tepung maizena

CARA MEMBUAT:

1. Tempatkan strawberry, lemon juice dan gula dalam panci. panaskan hingga airnya agak mengering.

2. Masukkan cairan 1 sdm tepung maizena yang sudah dicampur dengan 50 ml air, didihkan, angkat, lalu blender.

Categories: Uncategorized Tags:

Resep Minuman Mocktail Klasik

February 22nd, 2014 No comments

BAHAN:

3 sdm sirop raspberry

Jus anggur, dinginkan

CARA MEMBUAT:

Tuang sirop raspberry ke dalam gelas wine, tuangi pula jus anggur. Aduk dan hidangkan segera.

Untuk 1 porsi

 

Categories: Uncategorized Tags:

Resep Minuman White Chocolate Raspberry Coffee

February 20th, 2014 No comments

BAHAN:

2 sdm kopi bubuk

200 ml air panas

3 sdm sirop raspberry

1 sdm sirop aimond

 200 ml susu cair

50 gram white cooking chocolate. parut

Es balu secukupnya

CHOCO CREAM:

75 ml whipped cream bubuk

50 ml susu cair dingin

2 sdm cokelat bubuk

CARA MEMBUAT:

1. Seduh kopi bubuk dengan air panas. aduk, saring, dan dinginkan.

2. Campur sirop raspberry dan almond. campur susu cair dengan air kopi. aduk rata.

3. Campur susu cair dengan air kopi. aduk rata.

4. Sementara ilu. campur semua bahan choco cream. mixer sampai berbusa lembul dan kaku

5. Tuang campuran sirop dalam gelas berisi es batu, masukkan campuran air kopi perlahan-lahan.

6. Tutup dengan choco cream. tabur dengan white cooking chocolate parut.

Untuk 3 porsi

 

Categories: Uncategorized Tags:

Resep Minuman Coconut Bubble Coffee

February 19th, 2014 No comments

BAHAN:

3 sdm kopi bubuk

300 ml air panas

2 bulatan es krim strawberry dan cokelat

5 lembar daun mint

50 gram bubbie, rebus dengan air dingin

2 sdm kelapa parut kering (siap pakai)

2 potong waffer, untuk hiasan

Es batu secukupnya

CARA MEMBUAT:

1. Rebus air dengan kopi bubuk dan daun mint, masak sampai air mendidih, angkat. Diamkan sebentar, saring.

2. Masukkan es batu ke dalam gelas, tambahkan kelapa parut kering dan bubbfe.

3. Sajikan dengan es krim strawberry dan cokelat serta waffer.

Untuk 2 porsi

Categories: Uncategorized Tags:

Resep Minuman Jus Mangga Aroma Serai

February 17th, 2014 No comments

BAHAN:

1 buah mangga, kupas, potong-potong

1 batang serai, iris-iris

2 cm jahe, kupas

1 buah apel, potong-potong

CARA MEMBUAT :

Masukkan semua bahan ke dalam juicer hingga menghasilkan sari buahnya. Lalu tuang ke gelas. Sajikan.

Untuk 2 porsi

 

Categories: Uncategorized Tags:

resep Minuman Sop Buah Kelapa Campur Sari

February 13th, 2014 No comments

BAHAN:

100 gram anggur merah, belah dua

100 gram apel, kupas, potong-potong

100 gram strawberry, potong-potong

100 gram semangka, potong-potong

100 gram jeruk mandarin kalengan, tiriskan aimya

1 butir kelapa muda, keruk memanjang

500 ml air kelapa muda

100 mi sirop vanilfa

4 sdm krim bubuk

Susu Rental manis secukupnya

Es serut secukupnya

CARA MEMBUAT’:

1. Letakkan dan susun ke dalam mangkuk/gelas saji: anggur, apel, strawberry, semangka, jeruk mandarin, dan kelapa muda. Tuang air keiapa dan sirop.

2. Tambahkan krim bubuk, susu kental manis, dan es serut, aduk..

3. Sajikan dingin…

Untuk i 8 porsi

Categories: Uncategorized Tags: